By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Jelang Muktamar PPP 2025, Romahurmuziy: Saatnya PPP Dipimpin Wajah Baru
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Jelang Muktamar PPP 2025, Romahurmuziy: Saatnya PPP Dipimpin Wajah Baru
Berita Nasional

Jelang Muktamar PPP 2025, Romahurmuziy: Saatnya PPP Dipimpin Wajah Baru

Muhajir
Last updated: 2025/05/14 at 6:08 AM
Muhajir Published May 14, 2025
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM –
Menjelang pelaksanaan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan pada September 2025, dinamika internal partai berlambang Ka’bah tersebut kian menghangat. Salah satu tokoh senior PPP, M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy, kembali menyuarakan perlunya regenerasi dan perubahan kepemimpinan demi menyelamatkan masa depan partai.

Dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis pada Selasa, 14 Mei 2025, Rommy secara tegas mengkritisi kegagalan kepemimpinan saat ini yang dinilainya bertanggung jawab atas kegagalan PPP mempertahankan kursi di DPR RI pada Pemilu 2024 lalu.

“Saya masih konsisten dengan penyampaian saya pada Desember 2024 lalu. Kepemimpinan saat ini jelas gagal mempertahankan PPP di Senayan. Maka sangat tidak layak jika kembali dimajukan sebagai calon ketua umum,” tegas Rommy.

Menurutnya, mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sepakat untuk tidak lagi mempertahankan kepemimpinan lama. Bahkan, ia merespons pernyataan Sekjen PPP, Arwani Thomafi, yang menyebutkan lebih dari 20 DPW menginginkan ketua umum baru.

Lebih lanjut, Rommy menyoroti pentingnya PPP bersikap fleksibel dalam menentukan calon pemimpin ke depan. Ia mendorong agar partai tidak kaku dalam memaknai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), khususnya soal persyaratan calon ketua umum yang harus pernah menjabat sebagai pengurus harian DPP atau ketua majelis.

“AD/ART bukanlah kitab suci. Ia bisa diubah kapan saja oleh muktamirin selama disetujui mayoritas. Jadi, membuka peluang bagi tokoh eksternal sebagai calon ketua umum adalah langkah realistis dan sah,” tegas Rommy.

Tak hanya memberikan kritik, Rommy juga turut mencatat dinamika figur-figur yang digadang-gadang maju sebagai calon ketua umum PPP. Hingga saat ini, menurutnya sudah ada delapan nama yang beredar, terdiri dari tiga tokoh internal dan lima tokoh eksternal.

Tokoh internal yang disebut adalah Sandiaga Uno, Arwani Thomafi, dan Gus Yasin. Sementara dari eksternal, mencuat nama-nama seperti Gus Ipul (Wali Kota Pasuruan), Letjen (Purn) Dudung Abdurachman, mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, dan eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Rommy menjelaskan bahwa setiap calon memiliki tingkat agresivitas yang berbeda. Ada yang sudah mulai bersosialisasi ke DPW dan DPC, ada yang masih menjajaki restu para kiai, dan ada pula yang masih mempertimbangkan secara serius peluangnya.

“Setidaknya komunikasi itu sudah terjadi, baik dengan saya pribadi maupun dengan pengurus DPP lainnya. Ini menunjukkan bahwa dinamika menuju Muktamar benar-benar menuju satu arah: mencari Ketua Umum baru,” jelasnya.

Rommy pun menegaskan bahwa ia memilih untuk tidak maju sebagai calon ketua umum. Ia lebih memilih mendorong munculnya wajah baru dengan semangat dan energi besar untuk membawa PPP kembali ke panggung nasional.

“PPP butuh energi baru, bukan untuk sekadar berjalan, tapi untuk melompat. Kita harus mampu mengatasi semua rintangan agar bisa kembali ke Senayan pada 2029,” pungkas Rommy dalam pernyataannya.

Muktamar PPP 2025 diprediksi akan menjadi momen penting dan menentukan bagi arah dan masa depan partai yang lahir dari fusi empat partai Islam pada 1973 tersebut. Dengan tidak lolosnya PPP ke Senayan dalam Pemilu 2024, regenerasi dan transformasi dianggap sebagai keniscayaan untuk mengembalikan kejayaan partai Islam tertua di Indonesia ini.

Editor: Alwi

Rekomendasi

Muhajir May 14, 2025 May 14, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket
February 3, 2026
Berita Nasional
Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali
February 3, 2026
Berita Nasional
KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
February 2, 2026
Berita Nasional
Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
February 1, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Sambut Mudik Lebaran 2026, Tiket Kereta Api Reguler Terjual 382.047 Tiket

February 3, 2026
Berita Nasional

Angkut 47,4 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Kereta Api Jarak Jauh KAI Jaga Emisi Karbon Tetap Terkendali

February 3, 2026
Berita Nasional

KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional

February 2, 2026
Berita Nasional

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

February 1, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Jelang Muktamar PPP 2025, Romahurmuziy: Saatnya PPP Dipimpin Wajah Baru
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?