By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Mahasiswa NU Menolak RUU TNI, Menjaga Demokrasi dan Nilai Ahlussunnah wal Jamaah
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Ciayumajakuning > Mahasiswa NU Menolak RUU TNI, Menjaga Demokrasi dan Nilai Ahlussunnah wal Jamaah
Ciayumajakuning

Mahasiswa NU Menolak RUU TNI, Menjaga Demokrasi dan Nilai Ahlussunnah wal Jamaah

Muhajir
Last updated: 2025/03/19 at 9:00 PM
Muhajir Published March 19, 2025
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Sebagai mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU), kita mewarisi semangat Ahlussunnah wal Jamaah, yang mencakup prinsip moderasi, keadilan, dan kebangsaan yang kuat. Semangat ini telah menjadi landasan bagi perjuangan kita dalam menegakkan hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia di Indonesia. Namun, saat ini nilai-nilai luhur tersebut menghadapi ancaman serius dengan adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang tengah dibahas oleh DPR.

RUU TNI yang jika disahkan dalam bentuk yang tidak demokratis berpotensi membatasi kebebasan sipil dan mengancam prinsip demokrasi yang selama ini kita junjung tinggi. RUU ini dinilai membuka peluang bagi militer untuk kembali aktif dalam ranah sipil, sebuah langkah yang dikhawatirkan dapat menghidupkan kembali konsep Dwi Fungsi ABRI seperti di era Orde Baru.

Sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat sipil, kita harus memahami bahwa reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 bertujuan untuk menempatkan militer kembali ke baraknya. Peran militer dalam pemerintahan sipil telah dihapus agar supremasi sipil dapat ditegakkan. Namun, dengan adanya RUU TNI ini, ada kekhawatiran bahwa peran militer akan diperluas kembali, yang bisa berdampak pada:

Pelanggaran HAM – Jika militer kembali berperan di sektor sipil, potensi pelanggaran hak asasi manusia akan meningkat, mengingat militer memiliki mekanisme sendiri dalam menjalankan hukum yang berbeda dengan supremasi hukum sipil.

Ancaman terhadap Kebebasan Sipil – Dengan militer masuk ke dalam sektor publik dan pemerintahan, ruang gerak masyarakat sipil bisa dibatasi. Suara-suara kritis terhadap pemerintah dapat lebih mudah ditekan.

Kemunduran Demokrasi – Demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah akan mengalami kemunduran jika militer kembali memiliki peran besar di pemerintahan dan kehidupan sipil.


Sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga demokrasi dan menolak segala bentuk kekuasaan yang dapat membawa Indonesia kembali ke masa kelam. Kita tidak boleh diam melihat militerisme menguat dan mengancam kebebasan kita.

Kita harus bersatu! Jangan biarkan sejarah kelam terulang kembali. Dengan lantang dan tegas, kita harus menyatakan bahwa masuknya TNI ke ranah publik bukanlah solusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ingatlah para pejuang reformasi yang telah berkorban demi tegaknya demokrasi. Jangan biarkan perjuangan mereka sia-sia. Demokrasi yang telah dibangun dengan darah dan air mata harus tetap kita jaga!

Seruan Perlawanan: Kembalikan TNI ke Barak!

Sebagai mahasiswa NU, kita harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan. Kita harus menjadi suara rakyat yang terpinggirkan. Kita harus menjadi cahaya harapan bagi Indonesia yang lebih demokratis.

Mari satukan suara:

❌ Tolak RUU TNI yang mengancam demokrasi!
❌ Kembalikan TNI ke barak!
❌ Jangan biarkan militer kembali berkuasa di ranah sipil!

Bersama, kita lawan kemunduran demokrasi!

Editor: Azmi

Rekomendasi

Uncategorized

Salurkan Bantuan di Huntara Desa Ulee Rubek Timur, Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045*

Uncategorized

Pesantren Beet Al Yatim Indramayu Cetak Santri Berakhlak, Berilmu, dan Melek Teknologi

Uncategorized

Uji Coba KRL Lintas Bekasi–Cikarang Berjalan Lancar, Pemulihan Dilakukan Bertahap dengan Prioritas Keselamatan

Berita Nasional

Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026: Dewan Pers Tekankan Pentingnya Kualitas Informasi di Era Ledakan Digital

Muhajir March 19, 2025 March 19, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Kemenhub Serahkan Sertifikat Tipe Validasi Drone Kargo HY100, Tonggak Baru Inovasi Penerbangan Nasional
May 5, 2026
Religi
81.992 Jemaah Diberangkatkan, Kemenhaj Perkuat Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
May 5, 2026
Berita Nasional
Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026: Dewan Pers Tekankan Pentingnya Kualitas Informasi di Era Ledakan Digital
May 3, 2026
Uncategorized
Pesantren Beet Al Yatim Indramayu Cetak Santri Berakhlak, Berilmu, dan Melek Teknologi
May 1, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Ciayumajakuning

Warga Nanggela Cirebon Geram, Jalan Rusak Bertahun-Tahun Tak Kunjung Diperbaiki

May 1, 2026
Ciayumajakuning

Lagu “Kamu yang di Bangku Depan” Thalia Digemari Masyarakat Pantura, Geser Lagu Penyanyi Papan Atas

January 27, 2026
Ciayumajakuning

Banser Kota Cirebon Bersama Warga Benda Kerep Bangun Bronjong Antisipasi Abrasi

January 22, 2026
Ciayumajakuning

PC GP Ansor Kota Cirebon Gelar Rakorcab, Perkuat Kolaborasi dan Sinergi dengan Polres Cirebon Kota Jaga Kondusifitas

January 18, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Mahasiswa NU Menolak RUU TNI, Menjaga Demokrasi dan Nilai Ahlussunnah wal Jamaah
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?