UPDATECIREBON.COM – Permasalahan sampah plastik menjadi isu lingkungan global yang semakin mendesak. Plastik, salah satu bahan yang sangat serbaguna dan murah, telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, sifatnya yang sangat sulit terurai menjadikannya ancaman besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Dalam hal ini mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) kelompok KKN 63 Desa Melakasari, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon berinisiatif untuk mengatasi masalah sampah plastik yang semakin menumpuk di lingkungan sekitar. Kelompok mahasiwa menyadari bahwa sampah plastik tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, para mahasiswa memutuskan untuk membuat tempat sampah dari ecobrick. Ecobrick adalah metode pengelolaan sampah plastik dengan cara mengemasnya rapat-rapat dalam botol plastik hingga menjadi padat dan keras. Botol-botol ini kemudian dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang kuat dan tahan lama.
Mahasiswa KKN 63 Desa Melakasari mengajak para warga desa untuk berpartisipasi dalam program ini. Mahasiwa mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menunjukkan cara membuat ecobrick.
Tempat sampah ini tidak hanya menjadi solusi untuk menampung sampah, tetapi juga menjadi simbolis kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil karya mahasiswa berdiri kokoh di depan kantor desa. Keberhasilan membuat tempat sampah dari ecobrick ini menjadi contoh nyata bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, masalah lingkungan bisa diatasi dengan cara yang sederhana namun efektif. Melalui program ini, kelompok mahasiswa KKN tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang berharga bagi desa yang pernah ditinggali.
Penulis: Kelompok KKN 63 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Editor: Alwi
