UPDATECIREBON.COM – Pupuk organik cair merupakan Pupuk yang berbahan dasar limbah-limbah organik yang memiliki keuntungan lebih dari pada pupuk organik padat. Keuntungan pupuk organik cair yaitu lebih mudah diaplikasikan, serta unsur hara dalam pupuk organik cair lebih mudah diserap tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai, meningkatkan kualitas produk tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik.
Mahasiswa KKN kelompok 44 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan workshop pembuatan pupuk organik cair poc yang berbahan dasar limbah peternakan. Kegiatan ini dilaksanakan di badan usaha milik desa (BUMDES) Desa Beringin. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh penyuluh pertanian desa beringin yakni Nadiyah Khaeriyah S.Tp yang menjadi moderator workshop dari pemateri yang merupakan p4s, Roja’i.
Dalam pemaparannya, Roja’i mengungkapkan keunggulan pupuk organik baik itu padat atau cair sangat baik untuk tanaman, namun untuk melihat hasil yang diinginkan tentu harus ada proses yang dilakukan. Selain itu proses pembuatannya juga yang mudah dan harga yang dapat terjangkau dapat meminimalisir budget petani sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir.
“Penggunaan pupuk organik sangat baik untuk tanaman baik itu padat atau cair. Dari cara pembuatan nya juga cukup mudah dan dalam pengaplikasiannya pada tanaman juga cukup mudah” ujar Roja’i
Pupuk organik cair poc yang dibuat dalam workshop kali ini adalah pupuk organik cair yang berbahan dasar limbah peternakan yaitu kotoran domba/kambing. Selain bahan dasar berupa kotoran domba, dalam pembuatan pupuk organik cair ini juga digunakan bahan lain seperti air cucian beras yang mengandung karbohidrat dan air kelapa tua yang mengandung glukosa sebagai pakan untuk bakteri yang ada pada kotoran domba/kambing tersebut.

Narasumber pada kegiatan ini, Roja’i juga mengungkapkan langkah langkah dalam pembuatan pupuk organik cair ini mulai dari pencampuran hingga pengaplikasian pada tanaman. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
“Langkah pertama dalam pembuatan poc ini adalah pencampuran bahan bahan kedalam wadah/tong dengan komposisi kotoran kambing ½ wadah, air cucian beras ¼; wadah dan air kelapa ¼ wadah. Semua bahan tersebut dicamkan kedalam wadah dan dilakukan fermentasi selama 7 hari” ujar Roja’i.
Langkah selanjutnya Roja’i mengatakan “Pasca proses fermentasi, dilakukan pengadukan selama 15 menit setiap hari nya yang dilakukan selama 1 Minggu secara rutin. Dan langkah ketiga, untuk pengaplikasian pada tanaman pupuk organik cair POC ini harus ditambah dengan air dengan perbandingan 1 : 10. Artinya untuk mengaplikasikan 1 liter poc ini dibutuhkan tambahan air sebanyak 10 liter yang dicampurkan”.
Harapan dari kegiatan ini adalah para masyarakat desa beringin khususnya para petani dapat mengaplikasikan pupuk organik cair sebagai pengganti pupuk kimia yang dapat merusak unsur hara dalam tanah. Walaupun tidak secara langsung, namun timbulnya kesadaran masyarakat akan manfaat POC dapat mendorong sektor pertanian yang lebih baik di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon.
Penulis: Mahasiswa KKN 44 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Editor: Fath
