By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Cegah Lonjakan Inflasi dengan Pertanian, Kemendagri Ajak Masyarakat Berkontribusi
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Cegah Lonjakan Inflasi dengan Pertanian, Kemendagri Ajak Masyarakat Berkontribusi
Berita Nasional

Cegah Lonjakan Inflasi dengan Pertanian, Kemendagri Ajak Masyarakat Berkontribusi

Muhajir
Last updated: 2024/06/26 at 2:26 AM
Muhajir Published June 26, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi mencegah lonjakan inflasi dengan menanam bahan pangan secara mandiri. Pertanian dengan konsep mandiri tersebut merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor, yang kerap menjadi pemicu kenaikan harga hingga berujung inflasi.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan, Keuangan Daerah dan Desa Andi Muhammad Yusuf melihat pertanian mandiri menjadi langkah sederhana yang ke depannya dapat dikembangkan secara lebih luas. Dengan begitu, setidaknya suplai bahan pangan akan terpenuhi dan inflasi akan lebih melandai.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat, menyikapi apa-apa yang harus kita persiapkan terutama yang disampaikan menanam cabai, menanam sayuran minimal untuk konsumsi rumah tangga itu harus kita lakukan. Nanti kita bisa survive dan bisa kita kembangkan,” ungkap Andi pada Seminar Analisis Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah terhadap Laporan Dewan Gubernur Bank Indonesia tentang Kondisi Perekonomian Terkini di Sunlake Waterfront Resort and Convention pada Senin, (24/6/2024).

Dia melanjutkan, permasalahan inflasi harus disikapi secara tegas mengingat dampaknya cukup luas dan mencakup banyak hal. Maka dari itu, upaya untuk menekan angka inflasi juga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini bertujuan agar penyelesaian inflasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

“Persoalan inflasi ini memang tidak bisa kita abaikan karena siklusnya sangat luar biasa, minggu ini mungkin kita bisa ada pada posisi yang aman, tapi minggu depannya belum tentu. Untuk itu, masalah inflasi harus kita gencar kontrol di lapangan,” jelas Andi.

Sejalan dengan itu, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Tri Yanuarti mengatakan, selain pertanian mandiri, penyelesaian inflasi juga dapat dilakukan dengan jalan hilirisasi. Selama ini, hilirisasi lebih banyak terkait mineral dan nikel. Kendati berdampak positif terhadap neraca ekspor, hilirisasi tersebut masih bersifat high tech. Tri berharap ke depan hilirisasi juga dapat menyasar pada sektor-sektor inklusif yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti sektor pertanian atau sektor lainnya yang berkaitan dengan pangan.

“Beberapa produk yang kita dorong hilirisasinya jangka pendek ada tiga yakni beras, cabai, bawang supaya ke depan suplainya juga cukup bagus sehingga inflasinya cukup terkendali,” ungkap Tri, Selasa, (25/6/202) di Sunlake Waterfront Resort and Convention.

Sementara itu, Kepala Kajian Keuangan Publik dan Perencanaan Pembangunan LPEM FEB UI Khoirunurrofik mengatakan inflasi memerlukan penanganan yang berbeda tergantung pada penyebabnya. Untuk itu, pemerintah daerah perlu memahami determinan atau faktor penentu inflasi baik dari sisi supply maupun demand.

“Dengan memahami determinan faktor ini saya kira [penanganan inflasi] bisa lebih spesifik sehingga kita lebih mudah bagaimana channeling dari strategi-strategi yang disampaikan tadi, dan lebih bisa mengklaster mana saja yang termasuk [faktor] supply dan demand,” jelasnya.

Di lain pihak, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maxensius Tri Sambodo mengatakan, daerah perlu melakukan transformasi ekonomi dengan mengembangkan sumber daya alam pertanian yang regeneratif atau berkelanjutan. Dia menyebut, sama dengan sumber daya tidak terbarukan yang perlu dikelola dengan baik, pertanian juga perlu dikembangkan secara optimal dengan pengetahuan dan teknologi terbaik.

“Menghilirasi atau upaya meningkatkan nilai tambah dan nilai tambah ini tentu tidak semata-mata pada sumber daya tidak terbarukan seperti mineral, tambang,” pungkasnya.

Reporter: Adi
Editor: Zen

Rekomendasi

Berita Nasional

SPKS Demo di Danantara: Tolak Fee Ekspor DSI, Jangan Bebankan Biaya Baru kepada Petani Sawit

Berita Nasional

Komnas HAM Apresiasi Pengampunan Mary Jane

Berita Nasional

Atasi Kelangkaan Air, Tim Ekspedisi Patriot dan Warga Klamono Kolaborasi Salurkan Air Kolam

Berita Nasional

Indonesia Tolak Tudingan Pelanggaran HAM di Papua

Muhajir June 26, 2024 June 26, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Featured
Benarkah AHY Ditunjuk Gantikan Gibran?
October 2, 2026
Featured
Hoaks Uang Rp18.000 Bergambar Prabowo-Gibran
October 1, 2026
Berita Nasional
Tutup Rangkaian Kriyanusa 2026, Mendagri Tito: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa
October 1, 2026
Berita Nasional
Dukung Program Perumahan Gentengisasi, Mendagri Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah Papua Pegunungan
September 30, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Tutup Rangkaian Kriyanusa 2026, Mendagri Tito: Potensi Kerajinan Indonesia Luar Biasa

October 1, 2026
Berita Nasional

Dukung Program Perumahan Gentengisasi, Mendagri Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah Papua Pegunungan

September 30, 2026
Berita Nasional

Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

September 30, 2026
Berita Nasional

Bandara Singkawang Kembali Layani Penerbangan 1 Oktober2026

September 29, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Cegah Lonjakan Inflasi dengan Pertanian, Kemendagri Ajak Masyarakat Berkontribusi
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?