By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Pengajar Sosiologi Politik UGM: NU dan Jokowi Berpotensi Menentukan Kemenangan Capres
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Pengajar Sosiologi Politik UGM: NU dan Jokowi Berpotensi Menentukan Kemenangan Capres
Berita Nasional

Pengajar Sosiologi Politik UGM: NU dan Jokowi Berpotensi Menentukan Kemenangan Capres

Muhajir
Last updated: 2023/08/31 at 7:51 AM
Muhajir Published August 31, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Jakarta—Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Presiden Joko Widodo bisa menjadi penentu kemenangan calon presiden saat berlaga pada pemilihan presiden 2024 mendatang.

Ini bisa dilihat dari hasil survei dari beragam lembaga yang menyatakan jarak keterpilihan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo sangat tipis bahkan masih masuk dalam batas galat atau batas kesalahan (margin of error).

“Data dari lembaga survei kredibel menunjukkan bahwa jarak Pak Prabowo dan Pak Ganjar masih dalam rentang margin of error. Kalau dengan Mas Anis memang agak jauh jaraknya, jadi kita coba menganalisis yang jaraknya dekat dulu, antara Pak Ganjar dan Pak Prabowo,” kata Pakar Sosiologi Politik sekaligus dosen senior di Fisipol UGM Yogyakarta Dr Kuskridho Ambardi, Kamis 31 Agustus 2023.

Dengan hasil yang masih dalam rentang margin of error, maka jika hasil survei Ganjar ditambah 2 persen dan Prabowo dikurangi 2 persen (rentang margin of error) atau sebaliknya, maka cukup mencari suara tambahan 5-7 persen bagi Prabowo maupun Ganjar supaya bisa memenangi laga politik lima tahunan ini.

“Ketika 5 sampai 7 persen itu dibutuhkan, NU sebagai basis masa terbesar di Indonesia saya kira sangat bisa,” ujar Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2010-2019 yang akrab dipanggil Dodi ini.

Doktor ilmu politik dari Ohio State University (OSU) Amerika Serikat ini menganalisa, dukungan dari NU sangat diperlukan karena organisasi yang kini telah berusia 2 abad ini memiliki basis massa loyal tradisional yang cukup bisa digerakkan oleh sebuah tim. NU juga memiliki pengalaman menggerakkan massa dan banyak tokoh NU yang memiliki pengalaman elektoral.

Selama ini, karena pengurus PBNU terikat khittah untuk tidak berpolitik praktis, mereka tidak bisa secara terang-terangan menggerakkan warga NU sehingga di setiap pemilihan legislatif suara nahdliyin tersebar di banyak partai politik.

“Padahal di luar struktur, PBNU bisa membentuk tim bersifat adhoc misalnya, yang bisa menjadi semacam mesin komando yang merencanakan strategi untuk mengajak pulang kandang warganya dałam satu komando PBNU,” ujarnya.

Dodi menambahkan, struktur formal di NU memang berbentuk semacam federasi yang memiliki pemimpinnya di masing-masing pondok pesantren. Namun dengan “Mesin Komando” yang dibikin PBNU bukan tidak mungkin pondok-pondok pesantren maupun warga NU akan ikut dalam satu barisan bergerak memenangkan calon yang didukung PBNU.

Selain suara dari NU, ada faktor lain yang juga bisa menjadi penentu kemenangan yakni dukungan dari Presiden Joko Widodo. “Kalau magnet Presiden Jokowi itu sebagai presiden yang punya banyak atribut yang disukai pemilih dan sentimennya positif. Kalau NU punya basis massa besar, jadi dua-duanya baik NU dan Presiden Jokowi saya kira akan menentukan apalagi tambahan suara yang diperlukan hanya 5-7 persen,” ujar dosen departemen Sosiologi UGM ini. (AM)

Rekomendasi

Religi

Sekjen Kemenhaj: Penguatan Pengaduan Publik Bagian dari Perbaikan Layanan Jemaah Haji

Olahraga

Ferrari Bertekad Bangkit di GP Spanyol, Vasseur Akui GP Italia Jadi Pukulan Berat

Berita Nasional

Polda Kaltim Periksa Kadis Pertanahan Balikpapan Terkait Dugaan Kasus Narkoba Jaringan Internasional

Religi

Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan di Bidang Keagamaan dan Wisata Religi

Muhajir August 31, 2023 August 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Mendagri Gelontorkan Rp760 Miliar Untuk 7 Provinsi Terdampak Karhutla
September 15, 2026
Berita Nasional
Wamendagri Bima Arya: Pemda Jadi Kunci Percepat Transisi Energi
September 15, 2026
Berita Nasional
Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KMP Virgo dari Tengah Laut
September 15, 2026
Berita Nasional
Polda Kaltim Periksa Kadis Pertanahan Balikpapan Terkait Dugaan Kasus Narkoba Jaringan Internasional
September 15, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

Mendagri Gelontorkan Rp760 Miliar Untuk 7 Provinsi Terdampak Karhutla

September 15, 2026
Berita Nasional

Wamendagri Bima Arya: Pemda Jadi Kunci Percepat Transisi Energi

September 15, 2026
Berita Nasional

Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KMP Virgo dari Tengah Laut

September 15, 2026
Berita Nasional

Polda Kaltim Periksa Kadis Pertanahan Balikpapan Terkait Dugaan Kasus Narkoba Jaringan Internasional

September 15, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Pengajar Sosiologi Politik UGM: NU dan Jokowi Berpotensi Menentukan Kemenangan Capres
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?