UPDATECIREBON.COM – Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, kembali melayani penerbangan mulai 1 Oktober 2026 setelah operasional penerbangan terganggu lebih dari sebulan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan, penerbangan kembali dibuka setelah kondisi udara dan jarak pandang di sekitar bandara dinilai telah memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
“Untuk penerbangan perdana kembali beroperasi pada 1 Oktober 2026. Kondisi udara dan jarak pandang sudah membaik,” kata Ilham di Singkawang, Selasa.
Menurut Ilham, penundaan penerbangan sebelumnya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan karena pekatnya kabut asap sempat menyebabkan jarak pandang terbatas.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi udara di Kota Singkawang membaik. Berdasarkan pemantauan BMKG dan pihak bandara, jarak pandang di sekitar landasan pacu telah berada pada kondisi yang memungkinkan untuk operasional penerbangan.
Dengan dibukanya kembali operasional bandara, jadwal penerbangan kembali mengikuti jadwal reguler, yakni dua penerbangan setiap hari.
Dua maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Singkawang juga kembali beroperasi sesuai slot masing-masing. TransNusa dijadwalkan berangkat pukul 13.55 WIB, sedangkan Super Air Jet pada pukul 14.40 WIB.
Untuk sementara, rute penerbangan yang dilayani tetap Singkawang-Jakarta dan Jakarta-Singkawang.
Ilham mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali jadwal penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan. Hal itu dilakukan karena kondisi cuaca dan jarak pandang masih dapat berubah.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk tetap melakukan pengecekan ulang jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing,” ujarnya.
Kembali beroperasinya Bandara Singkawang diharapkan dapat memulihkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di Singkawang dan wilayah sekitarnya, termasuk Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
Editor: Alwi
