By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Sambut Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025, Lesbumi PWNU Jatim Ingatkan Nafas Sufistik sebagai Akar Estetika Nusantara
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Seni & Budaya > Sambut Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025, Lesbumi PWNU Jatim Ingatkan Nafas Sufistik sebagai Akar Estetika Nusantara
Seni & Budaya

Sambut Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025, Lesbumi PWNU Jatim Ingatkan Nafas Sufistik sebagai Akar Estetika Nusantara

Muhajir
Last updated: 2025/01/30 at 12:37 AM
Muhajir Published January 30, 2025
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jatim menyambut hangat digelarnya Lokakarya Pra- Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025 di Wonopringgo, Pekalongan, 28-29 Januari 2025 dan menyongsong Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025 oleh Lesbumi PBNU.

Ketua Lesbumi PWNU Jatim, Riadi Ngasiran mengingatkan pentingnya menengok sekaligus mempertimbangkan tradisi estetika Nusantara yang berakar pada nafas dan nilai-nilai sufistik.

“Kita bisa menilik kembali karya-karya sastra, suluk hingga puisi sebagai ekspresi yang telah berurat-berakar di bumi Nusantara. Suluk Wijil Sunan Bonang, tetembangan Sunan Kalijaga, hingga perdebatan Hamzah Fansuri dan Abdurrauf Singkily, terkait pelbagai ekspresi spiritual. Semuanya berakar pada nilai-nilai sufistik,” kata Riadi Ngasiran dalam keterangan pers, Rabu 29 Januari 2025.

Riadi Ngasiran, yang saat ini berada di Turki guna melakukan rihlah ilmiyah di negeri Penyair Sufi Maulana Jalaluddin Rumi, menyambut akan digelarnya Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025 oleh Lesbumi PBNU yang mengingatkan lembaga Kebudayaan NU untuk lebih memperhatikan pelbagai bentuk ekspresi seni di masyarakat yang berakar pada sufistik itu.

“Memang di masa lalu seni menjadi daya dorong untuk menarik perhatian masyarakat secara luas dalam mengembangkan dakwah. Namun, kini seni bisa menjadi wasilah untuk lebih mengajarkan pada nilai-nilai kebaikan dan menyebarkan di bumi,” tuturnya.

“Sebagaimana karakter seniman Muslim, yang melekat sikap dan aktualisasi diri secara jernih dan sublim, dengan menghasilkan karya sastra yang transenden, serta ekspresi kesenian lain yang lebih menekankan pada kesadaran religiusitas,” tutur Riadi Ngasiran, esais dan aktivis gerakan kebudayaan.

Saat ini ekspresi budaya yang ditunjukkan lewat kesenian tradisional di masyarakat masih tetap memperoleh dukungan. Hal itu menjadikan tradisi kesenian terus hidup dan menjadi ruang ekspresi di tengah perubahan.

Menurutnya, Kebudayaan menjadi pengikat dan perekat masyarakat, khususnya umat Islam dari gempuran informasi dan paham-paham lain yang justru menjauhkan umat Islam dari masa lalunya.

“Bila politik cenderung memisah maka Kebudayaan menjadi perekatnya. Kita harus selalu memperhatikan pesan Kiai Hasyim Asy’ari dalam menjaga keutuhan dan persatuan di tengah perubahan dan kemajuan,” tuturnya.

Dalam Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, menandaskan:

“Sesungguhnya, sikap sosial, saling tolong-menolong, menjaga persatuan, kasih sayang dengan sesama adalah fakta yang tiada seorang pun tidak mengetahui manfaatnya. Bagaimana mau menolak, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bersabda: ‘Kuasa Allah bersama jamaah (persatuan). Maka dari itu, berpisah dari jamaah (persatuan), merupakan pintu masuk bagi setan-setan untuk memangsanya sebagaimana serigala yang memangsa kambing yang terpisah dari rombongannya’.”

Demikianlah KH Muhammad Hasyim Asy’ari, yang tetap harus menjadi perhatian kita bersama para aktivis Lesbumi Nahdlatul Ulama.

“Lesbumi Nahdlatul Ulama mengemban tugas menjaga nilai Islam akar Ahlussunnah waljamaah dan mengembangkan Kebudayaan Nusantara yang khas meneduhkan dan membahagiakan,” tutur Riadi Ngasiran.

Editor: Fath

Rekomendasi

Olahraga

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Featured

Stupa Utama Borobudur Dipugar, Pengunjung Dibatasi

Olahraga

Marc Márquez Optimistis Tatap GP Indonesia Di Mandalika

Berita Nasional

Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik

Muhajir January 30, 2025 January 30, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Berita Nasional
Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera
October 11, 2026
Berita Nasional
Kemenhub Lakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla
October 11, 2026
Berita Nasional
Mendagri Ajak Pemda Dukung Pembenahan Keberangkatan Haji dan Umrah
October 9, 2026
Berita Nasional
Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik
October 9, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Seni & Budaya

Kahitna Hadirkan Carlo Saba Secara Virtual di Konser 40 Tahun

September 6, 2026
Berita NasionalSeni & Budaya

Thalia Gunawan Rilis Single Kedua “Jangan Lupakanku”, Bawa Kisah Rindu LDR dalam Balutan Koplo

August 29, 2026
Seni & Budaya

Batik Mega Mendung Cirebon, Warisan Budaya yang Mendunia

July 19, 2026
Seni & Budaya

Tradisi Nenjrag Bumi, Ritual Khas Masyarakat Sunda untuk Bayi Baru Lahir

July 13, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Sambut Muktamar Kebudayaan Nusantara 2025, Lesbumi PWNU Jatim Ingatkan Nafas Sufistik sebagai Akar Estetika Nusantara
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?