By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Perluas Layanan JRC dan Transjabodetabek, BPTJ Libatkan Pengelola Pemukiman, Mall dan Operator Transportasi
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Berita Nasional > Perluas Layanan JRC dan Transjabodetabek, BPTJ Libatkan Pengelola Pemukiman, Mall dan Operator Transportasi
Berita Nasional

Perluas Layanan JRC dan Transjabodetabek, BPTJ Libatkan Pengelola Pemukiman, Mall dan Operator Transportasi

Muhajir
Last updated: 2024/01/23 at 3:10 PM
Muhajir Published January 23, 2024
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Sebagai upaya memperluas penyediaan layanan JRC dan Jabodetabek, Kementerian Perhubungan melalui BPTJ mempertemukan pengembang pemukiman, pengelola mall dan operator di Jabodetabek.

Pertemuan tersebut digelar dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Angkutan Umum Perkotaan Jabodetabek yang dilaksanakan di Jakarta, 23 Januari 2024.

Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan Plt. Kepala BPTJ, Suharto, menjelaskan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi kali inj adalah untuk memperkenalkan rencana pengembangan layanan JRC dan Transjabodetabek. “Tidak hanya itu, kami juga perlu mendapat masukan penentuan titik naik turun penumpang JRC pada area pemukiman dan Transjabodetabek pada mall . Apakah didalam area pemukiman/pusat perbelanjaan, diluar atau dipinggiran”, ujar Suharto

Hal ini penting untuk mensinkronisasikan pengembangan layanan JRC pada 117 pemukiman yang sudah dipetakan oleh BPTJ untuk kurun waktu 3 tahun kedepan.

“Tentunya tidak semuanya selesai di 2024, maka kami susun ke dalam beberapa staging. Tahun 2024, kami akan fokus ke 40 kawasan, 2025 juga akan dikembangkan untuk 40 kawasan. Sisanya akan kami layani di 2026″, pungkas Suharto.

Apabila seluruh layanan JRC ditahun ini selesai maka tahapan berikutnya adalah mengintegrasikan layanan di Jakarta, tidak hanya fisik namun juga pembayaran dan sistemnya.

“Tahapan berikutnya, maka perlu adanya subsidi atau intervensi dari pemerintah, dan salah satunya melalui account based ticketing (ABT)”, tambah Suharto.

Peran pengembang pemukiman, operator dan mall untuk penyediaan layanan transportasi di Jabodetabek menjadi penting.

Dalam kesempatan tersebut, para pengembang dan operator menyatakan ketertarikannya untuk bersama-sama menyediakan layanan JRC.

Onny Febriananto, operator Bus Alfaomega menyambut baik program ini. “Kami apresiasi kepada BPTJ, dengan adanya pertemuan seperti ini kami optimis 117 pemukiman yang akan dikembangkan layanannya dapat memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal”, pungkas Onny.

Dalam kesempatan yang sama pengembang pemukiman Lippo Cikarang, Marcus menyatakan bahwa sangat mendukung rencana perluasan layanan JRC.

“Kami sangat support dengan program BPTJ ini dan hal tersebut inline dengan visi dan misi kami selaku pelaku pembangunan pemukiman. Kedepan kami berharap JRC, JAC dan Transjabodetabek dapat terus diperluas jangkauannya. Hal ini tentunya agar dapat memindahkan penghuni perumahan di area kami dari kendaraan pribadi ke angkutan umum”, jelas Marcus.

Berdasarkan analisa BPTJ terdapat potensi layanan angkutan umum di Jabodetabek sebanyak 7,9 juta. Namun, saat ini baru 7,3 juta yang tercover dengan angkutan umum. Di DKI Jakarta sudah lebih dari 65%, sementara di luar Jakarta baru 5%”, jelas Suharto.

Dari data tersebut terlihat jelas bahwa kendaraan pribadi masih mendominasi, sehingga wajar jika saat hari dan jam kerja jalanan di Jakarta menjadi padat.

Konsekuensinya, polusi dan emisi kendaraan bermotor di Jakarta menjadi tinggi. Di Jabodetabek, potensi bangkitan ada di pusat pemukiman, mulai dari pemukiman sederhana hingga mewah.

Prioritas saat ini untuk meningkatkan target moda share 60% di tahun 2029 adalah memprogramkan kembali ke angkutan umum dan shifting kendaraan pribadi pada pemukiman yang dianggap potensial.

Turut hadir pada acara tersebut perwakilan Kemenkomarves, 11 operator transportasi, 34 pengembang pemukiman, 7 pengembang mall/pusat perbelanjaan, pemerintah daerah kabupaten/kota di wilayah Jabodetabek dan pakar transportasi Yayat Supriyatna, Djoko Setijowarno serta Darmaningtyas. (AM)

Rekomendasi

Berita Nasional

Atasi Kelangkaan Air, Tim Ekspedisi Patriot dan Warga Klamono Kolaborasi Salurkan Air Kolam

Olahraga

GP Valencia Kembali Jadi Seri Penutup MotoGP 2027

Berita Nasional

Gus Ipul Sebut Tudingan Dana Muktamar Fitnah

Religi

Presiden Prabowo Minta Biaya Jemaah Haji Tetap Ringan

Muhajir January 23, 2024 January 23, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Olahraga
Leo/Daniel Taklukkan Liang/Wang di Final Asian Games 2026
September 29, 2026
Religi
DSN MUI Desak Dana Lender Dana Syariah Dikembalikan
September 29, 2026
Berita Nasional
NYK Tambah Layanan Ekspor Kendaraan dari Patimban
September 29, 2026
Olahraga
Prancis Menang Tipis 1-0 atas Belgia
September 29, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Berita Nasional

NYK Tambah Layanan Ekspor Kendaraan dari Patimban

September 29, 2026
Berita Nasional

Kapolri Pastikan Pengamanan Muktamar Muhammadiyah

September 29, 2026
Berita Nasional

Komnas HAM Apresiasi Pengampunan Mary Jane

September 29, 2026
Berita Nasional

Indonesia Tolak Tudingan Pelanggaran HAM di Papua

September 29, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Perluas Layanan JRC dan Transjabodetabek, BPTJ Libatkan Pengelola Pemukiman, Mall dan Operator Transportasi
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?