UPDATECIREBON.COM – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Cirebon bersama masyarakat RW 11 Benda Kerep melaksanakan kerja bakti pembuatan bronjong sebagai langkah antisipasi abrasi pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari.
Kerja bakti tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Rois Syuriah PCNU Kota Cirebon, KH Miftah, kepada Ketua GP Ansor Kota Cirebon, H. Abdul Sholeh, sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi warga terdampak bencana.
Banjir bandang sebelumnya menerjang RW 11 Benda Kerep pada Selasa sore (20/1/2026). Luapan Sungai Kalijaga menyebabkan abrasi sepanjang sekitar 300 meter di pinggiran sungai, dengan jarak abrasi mencapai sekitar 20 meter dari bibir sungai menuju area permukiman warga. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan dan abrasi yang lebih parah.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang tersebut berdampak pada sekitar 300 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah area perkebunan milik warga akibat terjangan arus air yang deras disertai material lumpur dan sampah.
KH Miftah menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Benda Kerep sejak sore hingga malam hari, sehingga Sungai Kalijaga tidak mampu menampung debit air yang meningkat secara drastis.
“Ini akibat intensitas hujan yang tinggi mulai dari sore hingga malam hari, sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Kalijaga Benda Kerep sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar KH Miftah saat ditemui pada Selasa sore (20/1/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa material sisa banjir masih berserakan di sejumlah titik, sehingga diperlukan gotong royong antara warga dan relawan untuk membersihkan sekaligus memperkuat bantaran sungai.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, warga bersama Banser membangun bronjong sebagai upaya darurat untuk menahan laju abrasi agar tidak semakin mendekati permukiman. Selain itu, warga dan tokoh masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terkait untuk penanganan jangka panjang.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu pembangunan cek dam atau pengaman sungai yang permanen, supaya warga tidak terus was-was jika terjadi banjir bandang lagi,” ungkap KH Miftah.
Sebagai informasi, banjir bandang di wilayah Benda Kerep bukan kali pertama terjadi. Wilayah ini tercatat beberapa kali menjadi langganan banjir bandang, terutama akibat banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Kalijaga yang berada di Kabupaten Kuningan.
Komandan Banser Kota Cirebon, Sutrisno, turun langsung ke lokasi bersama anggotanya untuk membantu warga dalam pembuatan bronjong. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Banser merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kehadiran Banser di sini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin membantu semaksimal mungkin agar abrasi tidak semakin meluas dan warga bisa merasa lebih aman,” ujar Sutrisno.
Melalui sinergi antara Banser, masyarakat, dan tokoh agama setempat, diharapkan upaya mitigasi bencana di wilayah Benda Kerep dapat terus diperkuat, sembari menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait untuk solusi jangka panjang.
Reporter: Ade MN
Editor: Azmi
