By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Update CirebonUpdate CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Reading: Berokan, Kesenian Cirebon Yang Gen Z Tidak Banyak Tahu
Share
Update CirebonUpdate Cirebon
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Search
  • Home
  • Ciayumajakuning
  • Berita Nasional
  • Seni & Budaya
  • Religi
  • Olahraga
  • Featured
Follow US
Update Cirebon > Seni & Budaya > Berokan, Kesenian Cirebon Yang Gen Z Tidak Banyak Tahu
Seni & Budaya

Berokan, Kesenian Cirebon Yang Gen Z Tidak Banyak Tahu

Muhajir
Last updated: 2023/07/19 at 7:47 AM
Muhajir Published July 19, 2023
Share
SHARE

UPDATECIREBON.COM – Berokan atau barongan merupakan kesenian berasal dari daerah Cirebon yang menggunakan alat utama barongan yaitu suatu bentuk tiruan kepala binatang singa dan dengan bentuk tiruan badan raksasa Syiwa durga yang dimainkan oleh dalang berokan. Sang dalang ini menyusup ke dalam berokan lalu meniup satu alat yang disimpan di dalam mulutnya.

Berokan berasal dari kata Barokahan artinya keselamatan. Kesenian berokan ini merupan jenis kesenianan jalanan yang menjajakan profesinya ditempat-tempat umum, hal ini mungkin melihat pengalaman latar belakang sejarah terjadinya seni barongan ini, yang dipergunakan untuk syiar Islam oleh para wali.

Pada dasarnya seni berokan ini dapat dilaksanakan di tempat dimana orang punya hajat atau pesta keluarga, misalnya acara Ruwatan rumah, tolak bala, khitanan, perkawinan dan lain-lain. Pada zaman sekarang fungsi utama kesenian berokan ini adalah sebagai alat hiburan masyarakata kecil. Seni ini disebut sebagai seni pertunjukan rakyat, karena kesenian ini timbul dan berkembang adanya dikalangan masyarakat biasa.

Berbeda pada zaman para wali dahulu, seni ini dipakai untuk syiar Islam dan berpusat di keraton. Bukan hanya sebagai seni hiburan saja, tetapi juga berfungsi sebagai media pembinaan mental serta ahlak dan perjuangan penyebaran ajaran Islam di wilayah Cirebon.

Seni pertunjukan topeng berokan ini konon diciptakan oleh Mbah Kuwu Cirebon Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi yang mendirikan Kerajaan Cirebon di abad ke-15. Pangeran Cakrabuana tidak lain adalah Pangeran Walangsungsang, yaitu putra pertama dari pasangan Prabu Siliwangi dengan Ratu Mas Subang Larang yang lahir tahun 1423. Ketika menyebarkan syiar islam ke wilayah galuh, Pangeran Cakrabuana menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama agar mudah diterima lingkungan budaya pada saat itu. Ada pendapat bahwa kata berokan berasal dari kata barokahan (keselamatan). Namun tampaknya keterangan tersebut hanya sebuah kirata (bahasa sunda, yang artinya dikira-kira namun tampak nyata), sebuah gejala yang umum terjadi di dalam penamaan jenis seni rakyat.

Pada umumnya para pemain berokan adalah laki-laki. Untuk melibatkan penonton, Berokan digerak-gerakan dengan lincah, kedoknya dimainkan seakan-akan mau mengigit penonton. Efek spontanitas ketakutan penonton (terutama anak-anak) dimanfaatkan oleh pemain Berokan untuk semakin garang dan menghibur. Pertunjukan Berokan diawali dengan tetalu dan kidung dalam bahasa ibu (Indramayu atau Cirebon), dilanjutkan dengan tarian Berokan yang lambat, perlahan-lahan untuk kemudian menjadi naik turun dan bergairah. Pertunjukan Berokan akan lebih menarik lagi, jika dimainkan di atas pecahan kaca (beling) dan menari-nari di atas bara api. Apabila pertunjukan Berokan dikaitkan dengan upacara tertentu, biasanya dilakukan Kirab Sawan, yakni upacara penyembuhan atau untuk keselamatan dan keberkahan.(AM)

Rekomendasi

Olahraga

Djokovic Tersingkir Mengejutkan di Babak Pertama US Open 2026

Olahraga

Timnas U20 Indonesia Tekuk Australia 2-0, Lolos ke Piala Asia U20 2027

Berita Nasional

Ruben Onsu Akui Mau Jual Aset, Masalah Rp3,5 Miliar Rampung Berkat Bantuan Jhon LBF

Berita Nasional

BPSDMP Dorong Perwira Transportasi Laut Kuasai Teknologi dan Utamakan Keselamatan

Muhajir July 19, 2023 July 19, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ciayumajakuning
Ekspedisi Kata KKN 04 UNU Cirebon, Ajak Anak Desa Kempek Temukan Dunia Lewat Buku
September 7, 2026
Berita Nasional
Mendes Yandri Usulkan Lima Poin Penting dalam RUU Reforma Agraria
September 7, 2026
Berita Nasional
34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Mendes Yandri Dorong Kepastian Hak Atas Tanah
September 7, 2026
Ciayumajakuning
Kertajati Jadi Bandara Alternatif Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
September 7, 2026

Stay Connected

49 Follow
212 Follow

Berita Terkait

Seni & Budaya

Kahitna Hadirkan Carlo Saba Secara Virtual di Konser 40 Tahun

September 6, 2026
Berita NasionalSeni & Budaya

Thalia Gunawan Rilis Single Kedua “Jangan Lupakanku”, Bawa Kisah Rindu LDR dalam Balutan Koplo

August 29, 2026
Seni & Budaya

Batik Mega Mendung Cirebon, Warisan Budaya yang Mendunia

July 19, 2026
Seni & Budaya

Tradisi Nenjrag Bumi, Ritual Khas Masyarakat Sunda untuk Bayi Baru Lahir

July 13, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Berokan, Kesenian Cirebon Yang Gen Z Tidak Banyak Tahu
Share
Follow US
©2023 updatecirebon.com - All Rights Reserved.
berita cirebon
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?